Beberapa orang masih bingung karena adanya biaya tambahan saat kita membeli barang tertentu. Biaya tambahan ini biasanya disebut sebagai pajak konsumsi atau sebutan akrabnya adalah pajak pertambahan nilai (PPN). Mengapa kita harus membayar pajak konsumsi? Padahal, kita sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang tersebut. Pengenaan pajak atas barang-barang konsumsi menjadi suatu hal yang logis dan wajar, terutama untuk barang-barang yang masuk kategori sebagai barang mewah. Tak hanya di Indonesia, pajak konsumsi ini juga berlaku di berbagai negara lain. Bisa dibilang, pajak konsumsi ini adalah semacam konsekuensi logis masyarakat yang tinggal di suatu negara. Hampir di seluruh negara punya aturan pajak yang berbeda-beda.

Mengapa seseorang harus membayar pajak? Seperti yang telah sedikit disinggung di atas, individu seperti anggota yang bermain di situs judi http://www.citibet88.biz wajib membayar pajak, termasuk pajak konsumsi, sebagai konsekuensi logis karena hidup di suatu negara. Semua negara tetap punya aturan masing-masing terkait pajak. Meski tidak ada negara yang benar-benar bebas paja, ada negara-negara tertentu yang nominal pajaknya sangat rendah. Negara seperti ini disebut dengan tax heaven country. Kembali lagi pada pertanyaan awal, mengapa negara butuh pajak? Jawabannya adalah karena negara memerlukan sumber penerimaan demi membiayai pengeluaran negara. Pemasukan dari pajak ini kemudian dialokasikan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Dalam perkembangannya, negara memang membutuhkan sejumlah uang untuk biaya operasional pada proses pemerintahan. Uang pembiayaan ini diperoleh melalui iuran dari warga negara. Seperti yang sudah disepakati sebelumnnya, suatu pemerintahan timbul karena para penduduk suatu negara sepakat untuk membentuk sebuah negara melalui sebuah ikatan persaman kepentingan. Setiap warga negara tentu membutuhkan keamanan dan kenyamanan. Dalam kepentingan keamanan, negara perlu membayar tentara untuk menjaga kedaulatan negara. Dalam kepentingan kenyamanan, negara perlu membayar polisi untuk menjaga ketertiban dalam masuarakat. Oleh karena itu, rakyat diwajibkan untuk membayar pajak sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Pajak tersebut nantinya juga akan dialokasikan lagi ke masyarakat.

Bagaimana jika seandainya sebuah negara tidak perlu membayar pajak? Siapakah pihak yang paling diuntungkan? Mereka yang paling beruntung karena tidak adanya pajak adalah orang kaya. Orang kaya atau para pemilik modal adalah orang-orang yang paling banyak mengeksploitasi SDA dan juga paling banyak menggunakan fasilitas umum. Tanpa adanya pajak, orang kaya akan semakin kaya, sementara orang miskin akan tetap miskin. Tanpa adanya pajak, pemerataan pendapatan pun tidak ada. Inilah sisi baik dan alasan kuat mengapa pajak harus diberlakukan. Dari penjelasan ini, diharapkan Anda sudah tidak menggerutu lagi jika mendapat tambahan pajak konsumsi. Bagaimanapun, pajak konsumsi yang dibebankan kepada Anda nantinya akan kembali lagi kepada Anda yang tentu saja bentuknya sudah lain.

 

Manfaat Pajak Konsumsi dan Deklarasi Menjadi salah satu warga negara Indonesia, kita pasti sangat familiar dengan sebutan pajak. Pengertian pajak apabila kita lihat secara umum dapat diartikan menjadi iuran yang ditarik oleh pemerintah dan dibebankan kepada masyarakatnya pada kondisi dan ketentuan – ketentuan tertentu. Nah di Indonesia sendiri ada banyak sekali jenis pajak. Salah satunya adalah pajak konsumsi dan deklarasi. Pajak konsumsi merupakan iuran yang dibebankan pada barang atau jasa yang harus dibayarkan oleh mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi barang atau jasa tersebut. Saya yakin banyak masyarakat Indonesia yang paham betul apa pajak konsumsi tersebut, namun, apakah banyak juga yang mengetahui untuk apa pajak tersebut dibebankan. Untuk itu di sini saya akan menjelaskan manfaat dari pajak konsumsi.

Dikarenakan pajak merupakan iuran yang diatur secara hukum untuk dibebankan kepada warga negara dengan ketentuan – ketentuan tertentu, sebagai masyarakat dan sasaran pajak, rasanya kita wajib untuk mengetahui kemana nantinya dana iuran yang dibayarkan oleh masyarakat nantinya akan mengalir, mengingat dana tersebut tidak dapat ditarik kembali juga manfaat timbal balik nya tidak dapat dirasakan oleh anggota http://bluebet88.com maupun lembaga tertentu secara langsung. Untuk itu, penting mengetahui apa manfaat dari pajak itu juga mengapa kita harus membayar pajak, khususnya pajak konsumsi. Nah, untuk mengetahui jawabannya, mari simak informasi di bawah ini.

Pajak merupakan salah satu sumber pemasukan negara, tujuan utama pajak ada banyak, beberapa di antaranya adalah sebagai sumber pembiayaan rumah tangga negara, sebagai sumber untuk membangun sarana dan pra sarana suatu negara, sebagai pemerata, dan lain sebagainya. Tujuan pajak dan manfaatnya ditujukan untuk kepentingan bersama, karena itulah manfaat pajak tidak bisa dirasakan secara langsung khususnya oleh mereka yang membayarnya namun apabila kita telusuri arah aliran dana pajak maka kita akan tahu bahwa pajak merupakan iuran yang dibayarkan oleh masyarakat, dikelola oleh pemerintah yang kemudian ditujukan kembali untuk kepentingan masyarakat bersama. Begitulah kira – kira manfaat dari pajak yang perlu kita ketahui.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments
Mengenal Lebih Jauh PPnBM

Hidup menjadi warga negara indonesia, kita diwajibkan untuk patuh pada peraturan pemerintah. Salah satu contoh peraturan pemerintah yang Harus dipatuhi adalah kewajiban untuk membayar pajak. Berbicara mengenai pajak di Indonesia, ada banyak sekali jenis pajak di Indonesia. Salah satunya adalah ppnbm. Bagi mereka yang menyukai berbagai macam benda mewah pasti sudah familiar dengan pajak yang satu ini. Di sini, saya akan membahas lebih jauh mengenai pajak yang berhubungan dengan benda – benda dan barang – barang mewah ini. Bila anda salah satu orang yang gemar mengoleksi barang mewah dan benda mewah, informasi yang akan saya berikan pada artikel kali ini Mungkin saja akan berguna untuk anda. Untuk itu disini http://speedbet88.co akan menjelaskan mengapa benda mewah dikenakan pajak oleh pemerintah, untuk apa tujuannya, dan lain sebagainya yang mungkin saja Anda ingin mengetahuinya.

Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa di Indonesia jenis pajak sangatlah bermacam – macam, salah satunya adalah pajak penjualan barang mewah itu tadi atau yang biasa kita sebut dengan ppnbm. Untuk Anda yang belum mengetahui apa sih sebenarnya PPnBM itu? Di sini Saya akan mencoba menjawab pengertian pajak yang satu ini Berdasarkan UU nomor 42 tahun 2009 pasal 5, di sana dijelaskan bahwa PPnBM merupakan pajak yang digunakan untuk barang yang tergolong mewah yang diberlakukan untuk produsen atau pengusaha dalam menghasilkan atau juga mengimpor barang pada kegiatan usaha atau pekerjaanya.

Barang yang dimasukkan ke dalam golongan barang mewah merupakan segala jenis barang atau benda yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Kita dapat mengambil contoh berbagai merk tas rancangan desainer ternama dari Prancis, jam mewah, dan masih banyak lagi yang lainnya. PPnBM hanya dikenakan satu kali, tepatnya saat serah terima barang tergolong mewah tersebut oleh penjual. Lalu Pasti diantara anda bertanya-tanya mengapa barang mewah pun dikenai pajak. Hal ini akan saya jawab dengan ringkas di bawah ini.

Alasan dan juga pertimbangan pemerintah mengenakan pajak atas penjualan barang mewah adalah sebagai berikut, yang pertama, pemerintah bermaksud untuk menyeimbangkan pembebanan pajak antara konsumen pajak yang memiliki penghasilan rendah dengan konsumen pajak yang memiliki penghasilan tinggi. Yang kedua adalah sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan pola konsumsi masyarakat http://bengkelbola.org berpenghasilan tinggi atas barang mewah yang terkena pajak. Kemudian tujuan selanjutnya adalah Pemerintah berupaya untuk melindungi produsen kecil dan juga pengusaha tradisional yang ada di Indonesia. Dan juga Pemerintah berupaya untuk mengamankan penerimaan negara.

Itulah beberapa alasan dan pertimbangan yang dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia akan Mengapa pemerintah mengenakan pajak untuk penjualan barang mewah. Pembahasan selanjutnya akan mengarah kepada berapa besaran pajak akan barang mewah yang dibebankan pemerintah Indonesia. menurut UU nomor 42 tahun 2009 pasal 8, besaran pajak yang dikenakan untuk barang mewah paling rendah adalah 10% dari harga barang tersebut, besaran paling tinggi bisa mencapai hingga 200%. Peraturan ini berlaku pada seluruh wilayah Pabean pajak. Jadi, apabila seorang pengusaha hendak mengekspor barang mewah dari Indonesia ke luar negeri maka pajak yang dibebankan kepada pengusaha tersebut adalah sebanyak 0%. Pada tanggal 9 Juli tahun 2015, pemerintah telah menghapus beberapa barang yang tergolong mewah untuk dikenai pajak, beberapa barang yang dihapus dari daftar barang mewah yang dikenai pajak antara lain alat elektronik, alat olah raga, alat musik, peralatan rumah dan kantor.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments
Pajak Konsumsi di Jepang

Berlibur ke luar negeri merupakan salah satu hobi yang banyak digemari oleh orang Indonesia. Dari tahun ke tahun jumlah orang yang memutuskan untuk memilih pergi ke luar negeri sebagai tujuan wisata mereka kian meningkat. Ada banyak negara yang disukai oleh masyarakat Indonesia sebagai destinasi tujuan liburan mereka, salah satu negara yang paling banyak dikunjungi dan paling banyak disukai oleh orang Indonesia merupakan negara Jepang. Negara asal bunga sakura ini sejak dulu memang banyak disukai Turi sebagai tujuan wisata khususnya para turis http://homebet99.com dari negara Indonesia.

Berbicara mengenai negara Jepang rasanya sudah sangat biasa apabila kita membahas mengenai kebudayaan dan segala keunikan serta hal lain yang menyenangkan dari negara ini karena sudah banyak penulis yang membahasnya dengan Apik dan detail. Untuk itu disini saya akan membahas hal lain yang juga sangat menarik untuk diulik dari negara khas bunga sakura dan anime ini. Ya, kita akan menbahas pajak konsumsi di Jepang. Hal ini Tentunya menarik sekaligus penting untuk diketahui khususnya bagi mereka yang memiliki rencana untuk pergi ke sana baik dalam waktu dekat ini maupun di waktu mendatang.

Bagi mereka yang sudah pernah atau bahkan sudah sering bepergian ke Jepang Pasti sangat hafal saat mereka harus mengantri berjam-jam di bandara untuk mengurus pengembalian pajak atau biasa disebut dengan tax refund. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia di Jepang juga memiliki pajak pertambahan nilai atau juga pada konsumsi. Di sana barang-barang seperti sepatu, tas, baju, skin care, makanan, minuman beberapa memang dikenai pajak, besaran iuran pajak yang dibebankan kepada konsumen juga kerap berubah seiring dengan berjalan nya waktu.

Pada tahun 2014, Jepang menjadi salah satu negara dengan besaran pajak yang cukup kecil yaitu hanya Sekitar lima persen saja, Seiring berjalannya waktu jumlah pajak konsumsi di Jepang meningkat menjadi 8%. Meskipun begitu harga segala sesuatu di Jepang masih tergolong murah dan bersahabat meski sudah termasuk dengan pajaknya. Bahkan, tidak sedikit juga barang hingga makanan di sana yang tax free atau bebas pajak. Mungkin karena hal ini lah banyak turis kemudian menyukai negara ini sebagai salah satu negara tujuan wisatanya.

Bahkan, banyak toko maupun Department Store yang menyediakan dan menjual barang dengan harga yang sangat murah tanpa pajak namun berkualitas bagus. Hal ini Tentunya berhasil membuat banyak turis melirik negara ini sebagai destinasi wisata mereka karena di sana mereka bisa mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang cukup bersahabat. Bahkan, hal ini mempengaruhi barang-barang dari merk tertentu yang dijual di seluruh dunia – di mana anda bisa menemukan barang dengan merek persis sama dan kualitas yang sama dengan harga yang memiliki selisih yang lumayan.

Murahnya pajak konsumsi di Jepang juga dimanfaatkan oleh beberapa penjual online http://citibetqq.com di indonesia untuk mendapatkan barang daganganya untuk kemudian dijual lagi di indonesia. Barang yang banyak dibeli di jepang dengan selisih harga yang cukup banyak karena pengaruh pajak di sana yang terbilang rendah adalah kosmetik dan produk perawatan tubuh dan muka. Bahkan, seperti di negara lainnya di Jepang juga menyediakan layanan tax refund atau pengembalian pajak konsumsi dari barang belanjaan yang Anda beli di sana. Hal ini Tentunya menguntungkan mereka yang membeli barang di sana untuk kemudian dijual lagi di Indonesia.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments
Kelebihan Pajak Berbasis Konsumsi

Di Indonesia kita memang mengenal banyak sekali jenis pajak yang berlaku dan harus kita patuhi sebagai warga negara ini. Namun agar pembaca bisa dapat lebih mudah memahami isi dari artikel ini saya akan mengerjakan jenis pajak menjadi dua jenis yaitu yang pertama adalah pajak berbasis penghasilan atau income – based taxation dan juga pajak berbasis konsumsi atau expenditure – based taxation. kedua basis pajak ini menuai banyak kontroversi, nah apabila kita telusuri, kontroversi antara dua basis pajak yang ada di Indonesia ini bermuara pada 4 isu yaitu keadilan, netralitas, efisiensi, dan juga kemudahan administrasi.

Nah, di sini saya akan membahas Apa saja kelebihan pajak berbasis konsumsi atau biasa juga disebut dengan expenditure – based taxation. Kelebihan yang dimaksud di sini merupakan kenyamanan atau kemudahan yang dirasakan oleh mereka seperti agen bola http://agenbola108.net yang diwajibkan untuk membayar pajak. Namun perlu kita ingat bahwa tiap-tiap jenis pajak sudah dipertimbangkan dengan sangat matang oleh pemerintah sebelum peraturan wajib mengeluarkan pajak akan sesuatu dikeluarkan. Dalam perkembangannya pemerintah juga mengedepankan 4 isu yang sudah disebutkan di atas yaitu keadilan, netralitas, efisiensi dan juga kemudahan administrasi.

Mengapa pajak berbasis konsumsi dinilai memiliki kelebihan? Pendapat ini dikemukakan oleh Julio Escalano ( 1995 ), menurut Escalano, pajak berbasis konsumsi memiliki dua kelebihan utama yaitu efisiensi dan juga netralitas. Mengapa pajak berbasis konsumsi dinilai lebih efisien secara ekonomis jika dibandingkan dengan pajak berbasis penghasilan? Hal ini dikarenakan pada pajak berbasis penghasilan, mereka para wajib pajak langsung di kenakan potongan pada penghasilan mereka yang dapat mengakibatkan Jumlah penghasilan mereka untuk ditabung Kian menurun. Karena hal ini banyak pihak yang kemudian menilai bahwa pajak berbasis konsumsi dinilai lebih efisien dari segi ekonomis. Karena jumlah pajak pada income basis taxation dikenakan langsung pada penghasilan wajib pajak yang mengakibatkan jumlah yang mereka terima menurun Sehingga menurun pula potensi penghasilan yang dapat diterima oleh mereka para wajib pajak di masa yang akan datang dari penghasilan bunga. Hal ini juga lah Yang memicu banyaknya prasangka bahwa income based taxation dinilai tidak netral.

Di sisi lain, pajak berbasis konsumsi dinilai jauh lebih adil karena akar dari permasalahan terdapat pada konsep yang sangat mendasar yaitu kemampuan untuk membayar. Namun, bagaimanapun juga, pemerintah sebenarnya sudah mempertimbangkan dengan sangat matang sebelum memutuskan untuk mengenakan pajak pada suatu hal Sebelum mengeluarkan keputusan tersebut yang diatur dalam berbagai undang-undang yang ada di Indonesia. Untuk itu sudah sepatutnya bagi kita warga negara Indonesia untuk tetap mematuhi kewajiban kita dalam membayar pajak bagaimanapun peraturanya karena sesungguhnya pajak merupakan salah satu sumber penghasilan negara yang kemudian dapat kita rasakan manfaatnya untuk kepentingan bersama.

Salah satu manfaat pajak yang paling terasa yang dapat dirasakan masyarakat seluruh Indonesia adalah terjaminnya pendidikan generasi muda dan berkembangnya berbagai sarana dan pra sarana poker online http://multipoker88.com di indonesia. Manfaat lain dari pajak berbasis income maupun pajak berbasis konsumsi adalah sebagai pemerata pajak dari para wajib pajak berpenghasilan rendah dengan para wajib pajak dengan penghasilan yang tinggi. Semua sudah diatur dan dipertimbangkan dengan matang oleh pemerintah agar mencapai tujuan bersama dengan cara seadil-adilnya. Sekian informasi mengenai kelebihan pajak berbasis konsumsi yang saya sampaikan semoga berguna untuk anda.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments

Ketika kita berbelanja sesuatu, ada kalanya kita mendapatkan biaya tambahan yang sering disebut sebagai Pajak Pertambahan Nilai atau PPN. Meski sudah sering kita dengar, beberapa orang masih belum mengetahui apa saja yang termasuk dalam pajak pertambahan nilai. Jika dilihat dari ilmu perpajakan, yang termasuk dalam kategori Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak objektif, pajak konsumsi umum di dalam negeri, dan pajak tidak langsung.

Pajak objektif sendiri adalah salah satu jenis pajak yang hanya timbul karena faktor objektif yang tidak ada hubungannya dengan penghasilan. Pajak konsumsi adalah pajak yang dikenakan pada beban konsumen. Terakhir, pajak tidak langsung adalah pajak yang dibebankan kepada konsumen, tetapi penyetoran pajak tersebut dilakukan oleh penjual.

Pajak Pertambahan Nilai ini menjadi salah satu penghasilan pajak yang terbesar. Penghitungan pajak ini tidak seperti pajak kekayaan atau pajak penghasilan. Barang-barang yang dikenakan pajak adalah barang-barang konsumsi sehari-hari. Berikut adalah penjelasan detail mengenai pajak konsumsi yang sering disebut dengan PPN.

Pajak Objektif

Seperti yang telah sedikit dijelaskan di atas, pajak objektif adalah pajak yang dikenakan untuk barang-barang objektif. Dalam hal ini, subjek pajaknya adalah konsumen sebagai orang yang memikul biaya pajak. Dalam pajak objektif ini, kondisi subjektif dari konsumen tidak dipertimbangkan. Siapa pun yang menjadi konsumennya tetap diharuskan membayar pajak dengan jumlah yang sama.

Pajak Konsumsi dalam Negeri

Selain pajak onjektif, ada pajak konsumsi di dalam negeri. Di sini, yang dikenai pajak adalah barang atau jasa yang dikonsumsi. Jadi, bukan barang yang sedang dalam proes produksi. Barang yang kena pajak adalah barang yang ditujukan untuk konsumen akhir. Pengenaan pajak konsumsi dalam negeri ini bersifat sementara. Di dalam undang-undang, PPN merupakan pajak atas konsumsi barang atau jasa dalam daerah pabean yang diberlakukan secara bertingkat untuk setiap jalur produksi dan juga distribusi.

Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung yang masuk kategori PPN adalah pajak yang dikenakan kepada konsumen, tetapi yang menyetorkan adalah pihak produsen. Wajib pajak dikenakan biaya pajak secara tidak langsung karena bukan dirinya yang menyetorkan uang pajak tersebut. Karena pembayar pungutan dan penyetoran pajak adalah pihak yang berbeda, faktur pajak yang telah diterbitkan oleh penjual menjadi bukti untuk menyetorkan sejumlah pajak.

Itulah yang masuk kategori Pajak Pertambahan Nilai. Secara sederhananya, PPN bisa disebut juga sebagai pajak konsumsi. Seseorang seperti salah satu bettor di http://citipoker88.com kena biaya tambahan pajak karena membelanjakan barang atau jasa. Sampai sekarang, pajak konsumsi ini mempunyai peranan yang sangat strategis dan cukup signifikan. Porsi penerimaan negara dari sektor PPN ini sangat tinggi. Setiap tahunnya, negara menerima sekitar Rp 230 triliun untuk pajak konsumsi.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments

Tahun 2016 sampai 2017 lalu, Indonesia telah menerapkan kebijakan Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Dengan adanya kebijakan ini, wajib pajak harus mendeklarasikan hartanya, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri lalu membayar pajak sesuai dengan harta kekayaan mereka. Program amnesti pajak di Indonesia bisa dikatakan cukup berhasil. Lalu, masihkah Anda bertanya mengapa harus mendeklarasikan harta kekayaan lalu membayar pajak? Seperti yang kita ketahui bersama, pajak menjadi penerimaan dana terbesar negara. Dana ini nantinya digunakan untuk membangun seluruh daerah. Harus ada partisipasi dari warga negara untuk mematuhi aturan pembayaran pajak.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, mengakui bahwa memang ada banyak orang yang masih enggan menunaikan kewajiban mereka untuk membayar pajak. Alasannya sebagian besar sama, yaitu tidak tahu dengan pasti ke mana arah sebenarnya uang pajak tersebut digunakan. Padahal, ketika negara mendapatkan banyak penerimaan dari pajak, negara bisa melakukan banyak hal untuk memajukan bangsa. Sri Mulyani kemudian menjabarkan bahwa penerimaan pajak sebesar Rp 1 trilun saja sebenarnya dapat berkontribusi banyak untuk perbaikan sejumlah sektor demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari Rp 1 triliun tersebut, negara bisa membangun jembatan sepanjang 3.541 m atau jalan sepanjang 155 km. Dana tersebut juga bisa digunakan untuk membelikan 11.900 rumah dinas prajurit, 306.000 ton pupuk untuk petani, hingga menggaji 10.000 polisi dalam satu tahun.

Pajak

Iitu baru Rp 1 triliun, bayangkan jika negara menerima lebih banyak. Kesejahteraan masyarakat terutama kepada http://multibet88.co pasti akan lebih terjamin. Meski begitu, Sri Mulyani juga mengakui bahwa pemerintah melalui Dirjen Pajak memang perlu memperbaiki sistem dan kinerja mereka. Akan tetapi, bukan berarti wajib pajak bisa seenaknya beralasan untuk menghindari pajak yang harus mereka bayarkan. Untuk itulah pemerintah mengesahkan Undang-Undang Pengampunan Pajak pada 2016 lalu. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya membayar pajak. Tak hanya itu, mereka diharapkan mengerti juga manfaat dan alokasi uang pajak yang telah mereka bayarkan.

Untuk membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya membayar pajak, ini alasan penting mengapa Anda harus membayar pajak. Dana yang diperoleh dari pajak akan dialokasikan untuk beberapa keperluan negara seperti perbaikan infrastruktur dan transportasi, kemajuan pendidikan, gaji pegawai negeri sipil, peningkatan pertahanan dan keamanan, subsidi pertanian, peningkatan berbagai fasilitas kesehatan, penanggulangan bencana, dan membayar hutang-hutang negara. Warga negara telah memperoleh hak mereka untuk mendapatkan perlindungan dan kenyamanan. Selebihnya, warga negara Indonesia juga harus membayar kewajiban mereka, yaitu dengan taat membayar pajak. Dengan begitu, negara akan tetap bisa menjalankan operasionalnya dengan baik. Salah satu cara tepat untuk menjalankan kewajiban tersebut adalah dengan melakukan deklarasi kekayaan dan amnesti pajak.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments

Deklarasi pajak dalam Tax Amnesty ternyata tidak hanya diberlakukan di Indonesia. Kita tentu masih ingat bahwa pada tahun 2016-2017 lalu, Indonesia sedang menggalakkan program deklarasi pajak dalam Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak. Ternyata, hal serupa juga dilakukan di berbagai negara tetangga, yaitu Thailand, Korea Selatan, Fiji, Honduras, Argentina, Trinidad & Tobago, Gibraltar, dan Pakistan. Lima negara berikutnya melakukan pengampunan pajak khusus, repatriasi, yaitu Malaysia, Brazil, India, Rusia, dan Israel. Data tersebut didapatkan dari DDTC atau Danny Darussalam Tax Center. Sebanyak 13 negara tersebut melaksanakan Tax Amnesty secara bersamaan pada 2016 lalu. Jadi, masyarakat Indonesia tidak boleh merasa terbebani, atau malah terteror, karena pada kenyataannya tidak hanya kita saja yang wajib mendeklarasikan pajak, tetapi juga negara-negara tetangga.

Sebelum negara-negara tersebut melakukan program Tax Amnesty, sudah ada sekitar 24 negara yang juga melakukan kebijakan pengampunan pajak. Jika dihitung-hitung, sudah lebih dari 40 negara yang melakukan program ini. Berdasarkan hal tersebut, masyarakat Indonesia khususnya member di http://www.speedbet88.net diharapkan dapat mengambil pelajaran dari negara-negara lain yang juga menerapkan kebijakan ini. Pro dan kontra yang sempat terjadi beberapa waktu lalu jangan diungkit-ungkit lagi. Mengapa? Karena wajib pajak memang harus mendeklarasikan harta kekayaan mereka. Setelah itu, mereka akan dikenakan ketentuan pajak tertentu sesuai Undang-Undang atas harta kekayaan mereka.

Program deklarasi kekayaan dan pengenaan pajak atas deklarasi sebenarnya dilakukan semata-mata untuk kepentingan negara. Seperti yang kita tahu bersama, negara membutuhkan biaya operasional untuk menjalankan pemerintahan. Biaya operasional tersebut tentu tidak dihasilkan dari pohon yang berbuah, melainkan dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Beban pajak tentu disesuaikan dengan jumlah kekayaan yang dimiliki masing-masing wajib pajak. Nantinya, dana yang masuk dari pajak pun akan digunakan untuk mensejahterakan masyarakat. Pajak adalah uang yang diterima dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Lalu, sudahkah Anda mendeklarasikan harta kekayaan Anda pada kebiajakan Tax Amnesty tahun lalu?

Sama seperti di Indonesia, Tax Amnesty yang berlaku di berbagai negara lainnya juga menimbulkan pro dan kontra. Di Jerman pada tahun 1990, Mahkamah Konstitusi menerima gugatan terhadap Tax Amnesty. Akan tetapi, Mahkamah Konstitusi Jerman pada akhirnya memutuskan bahwa tax amnesty adalah kebijakan yang tidak melanggar konstitusi. Justru, kebijakan ini dinilai dapat menjadi jembatan bagi wajib pajak yang selama ini tidak patuh untuk kembali patuh. Tak hanya negara saja yang diuntungkan dengan adanya program kebiajkan ini, tetapi juga para wajib pajak. Setidaknya, mereka bisa kembali menjadi warga negara yang baik dengan ikut serta membayar pajak. Demikian adalah informasi tentang kebijakan deklarasi pajak dalam tax amnesty. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments

Setelah disahkannya Rancangan Undang-Undang Dasar tentang Tax Amnesty atau pengampunan pajak menjadi Undang-Undang Pengampunan pajak, pemerintah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera melaporkan hartanya. Pengampunan pajak merupakan program penghapusan pajak yang seharusnya menjadi tanggungan wajib pajak. Dengan adanya pengampunan pajak, wajib pajak tidak akan dikenai sanksi administrasi atau sanksi pidana perpajakan. Hal ini berlaku apabila wajib pajak mendeklarasikan harta dan membayar sejumlah uang tebusan seperti yang diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Harta yang harus dilaporkan adalah akumulasi semua kekayaan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik keperluan usaha maupun bukan usaha, dan yang berada di luar negeri atau di dalam negeri.

Dalam Tax Amnesty atau pengampunan pajak, ada dua jenis pengakuan yang harus dilakukan oleh wajib pajak. Pertama, wajib pajak ahrus mendeklarasikan aset-asetnya yang disimpan di dalam negeri maupun di luar negeri kepada Ditjen Pajak. Setelah itu, wajib pajak bisa membawa uang dari luar negeri ke dalam negeri dengan cara repatriasi. Kedua, masing-masing deklarasi pajak ini terdapat biaya tebusannya. Akan tetapi, biaya tebusan tersebut nominalnya lebih murah dibandingkan dengan tarif normalnya. Sampai tahun 2017 lalu, sudah ada banyak sekali masyarakat Indonesia yang melakukan tax amnesty.

Bagi orang-orang yang mempunyai harta kekayaan di luar negeri, mereka diwajibkan untuk membayar pajak. Sebelum adanya tax amnesty, mungkin orang-orang belum tahu tentang pentingnya mendeklarasikan harta kekayaan baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan adanya program pengampunan pajak, masyarakat bisa lebih paham apa pentingnya mengikuti program ini bagi dirinya dan usaha yang sedang dijalankannya. Tak hanya di Indonesia, program Tax Amnesty ini juga dilakukan di beberapa negara tetangga, seperti Singapura. Pendapatan dari program pengampunan pajak ini semata-mata akan dikembalikan lagi kepada masyarakat. Masyarakat yang sadar tentang pentingnya membayar pajak pasti akan mendeklarasikan harta kekayaannya selama program tax amnesty ini masih berlaku.

Program Tax Amnesty atau Pengampunan pajak ini telah berakhir pada Maret 2017 lalu. Meski begitu, pihak-pihak yang belum mendeklarasikan harta kekayaannya masih tetap diwajibkan untuk melaporkan hartanya. Mungkin nominal pajak deklarasi ini akan sedikit lebih mahal. Akan tetapi, apabila harta tersebut tidak dilaporkan, nantinya bisa menjadi bom waktu tersendiri bagi masing-masing wajib pajak. Mereka yang belum melaporkan hartanya tidak tahu berapa besaran pajak yang harus dibayar. Setelah bertahun-tahun, jumlah nominal pajak terutang akan semakin tinggi seperti bom waktu. Wajib pajak akan merasa menyesal dan merugi karena keputusannya tidak melaporkan harta kekayaannya. Untuk itu, segera deklarasikan kekayaan Anda.

Categories : Uncategorized
Posted by shohize
No Comments